Thursday, April 28, 2016

Reset Password Mysql Mariadb di Centos


Saya lupa password root dari database Mariadb. Oh iya, untuk Centos 7.x, databasenya gak pake MySQL lagi tapi pake Mariadb. Meski sebenarnya kurang lebih sama aja, karena Mariadb merupakan fork dari MySQL.

Saya dapat cara mereset password root MySQL/Mariadb ini dari liberiangeek. Kalau disummary, langkanya sbb:
  • Stop service mariadb
  • Jalanin program databasenya di safemode dengan perintah mysqld_safe
  • Setelah daemon mysql-nya jalan di safe mode, kita masuk sebagai root tanpa password
  • Setelah masuk, pilih database yang mengandung credential root. Biasanya nama databasenya mysql
  • Setelah memilih database, jalankan perintah untuk mengganti password rootnya
  • Setelah itu lakukan flush privilege
  • Keluar dari mysql
  • Start kembali service mariadb
  • Coba login ke dalam mariadb/mysql

Berikut perintah-perintahnya:

Stop service mariadb

   user@komputer folder#  systemctl stop mariadb.service

Jalanin program databasenya di safemode dengan perintah mysqld_safe

   user@komputer folder# /usr/bin/mysqld_safe --skip-grant-tables --skip-networking &

--skip-grant-tables adalah perintah supaya masuk mysql tanpa ditanya password
--skip-networking adalah perintah supaya mysql tidak merespon proses apapun yang datanya dari network. Ini penting karena saat ini mysql kita bisa diakses tanpa harus memasukkan password. Kalau servernya live terkonek ke internet, kan bahaya, bisa dimasukin orang gak jelas dan bisa mengcopy atau malah menghapus isi database kita.


Masuk mysql dengan perintah mysqld_safe ini butuh waktu agak lama. Jadi jangan khawatir kalau setelah kita menjalankan perintah diatas, komputer diem agak lama. Itu bukan nge-hang, tapi butuh waktu buat memprosesnya. Setelah selesai, kita akan kembali ke prompt root.

Setelah daemon mysql-nya jalan di safe mode, kita masuk sebagai root tanpa password

   user@komputer folder# mysql -u root

Tadaaaa... kita akan masuk ke database tanpa password. Tapi ini belum selesai, kita masih harus ngerubah password rootnya.

Setelah masuk, pilih database yang mengandung credential root. Biasanya nama databasenya mysql.

  MariaDB [(none)]> user mysql;

maka prompt akan berubah dari (none) jadi (mysql).

Setelah memilih database, jalankan perintah untuk mengganti password rootnya:

MariaDB [(mysql)]> update user set password=PASSWORD("passwordbaru") where User='root';

silahkan ganti passwordbaru dengan password yang kita inginkan, tanpa tanda petik.


Setelah itu lakukan flush privilege:

 MariaDB [(mysql)]>flush privileges;

Keluar dari mysql:

  MariaDB [(mysql)]> exit

Start kembali service MariaDB

 user@komputer folder# systemctl start mariadb.service

Coba login ke dalam MariaDB

 user@komputer folder# mysql -u root -p

dan gunakan password baru kita.

Semoga bermanfaat

^_^



  



Wednesday, April 27, 2016

Seting sistem login di WiFi Access Point alias Captive Portal

Lagi nyari setingan buat WiFi, biar yang mau pake WiFi itu sebelum bisa browsing, harus mengisi username dan password di halaman web. Nama istilahnya Captive Portal.

Ntar tulisan ini diupdate kalo udah berhasil ^_^

Monday, April 18, 2016

Memutus koneksi ssh

Ada hubungannya dengan postingan yang linux netstat kill connection.

Saya coba cek lagi dengan netstat. sejauh ini tidak ada yang kayak kemarin, ada ip gak dikenal yang connect. Tapi pas saya jalanin perintah who, hasilnya adalah ada 2 koneksi yang tidak seharusnya ada.

irpan :0           2015-03-15 11:43
irpan pts/1        2015-03-15 12:09 (:0.0)
irpan pts/2        2015-03-15 12:15 (:0.0)

temenirpan pts/3        2016-04-18 10:21 (192.168.168.168)
irpan pts/4        2016-04-18 10:55 (192.168.169.169)

Yang tidak dikenali adalah yang pts/1 dan pts/2.

Saya gak inget bagaimana koneksi itu bisa ada. Apakah saya lupa atau gimana. Ya udah yang penting bagaimana saya menutup atau memutus koneksi pts/1 dan pts/2 itu.

Setelah browsing, dapet perintah fuser

Saya coba baca manualnya, ternyata ini perintah untuk mengidentifikasi proses apakah yang menggunakan suatu file atau socket.

Saya ketik perintah:

fuser -a /dev/pts/1

hasilnya adalah :

/dev/pts/1:   3679 3706 3709

hemmm... itu kayaknya PID deh.

Saya pun jalanin: 

ps ax | grep 3679

hasilnya  adalah:

3679 pts/1   Ss  0:00 bash 

lalu saya jalanin: 

ps ax | grep 3706

hasilnya  adalah:

3706  pts/1   S  0:00 su

kemudian saya jalanin: 

ps ax | grep 3709

hasilnya  adalah:

3706  pts/1   S+  0:00 bash
 
Oh, itu ada shell yang kebuka dan su-nya malah.

ya udah semua PID tersebut saya kill dengan perintah:

kill -9 3709

lalu saya jalanin lagi perintah who, hasilnya pts/1 dan pts/2 sudah gak ada.

Friday, April 15, 2016

linux netstat kill connection

Berawal dari hasil perintah netstat, terdeteksi komputer terhubung dengan ip tak dikenal.

<ipkomputer>:ndmp     <iptakdikenal>:28005

Setelah baca-baca, ada yang menyarankan pake perintah

netstat -tunp | grep <port>

Ketika keluar hasilnya, periksa kolom terakhir. Kolom itu menunjukkan PID dan aplikasi apa yang menjalankan/menggunakan port tersebut.

Biar yakin, jalanin perintah:

ps ax | grep <aplikasi>

Setelah keluar hasilnya, cek PID-nya. Lalu kill

kill -9 <PID>

Tuesday, March 1, 2016

Multiple website pada satu Server Apache dengan OS Linux Centos


Untuk seting multiple website pada satu server apache, ada empat komponen yang diseting:


  • -       File httpd.conf
  • -       File hosts
  • -       DNS zone
  • -       DocumentRoot



Httpd.conf
Pada file httpd.conf lokasinya di /etc/httpd/conf/,
Pada bagian paling akhir, tambahkan baris-baris berikut:

<VirtualHost *:80>
   ServerName  catatanteknis.com
   ServerAlias  www.catatanteknis.com
   DocumentRoot   /var/www/catatanteknis
</VirtualHost>

Baris konfigurasi diatas adalah konfigurasi minimal. Yang advanced, parameternya lebih banyak.


hosts
file hosts ini ada pada direktori /etc/

tambahkan baris berikut:

10.1.1.1 catatanteknis  catatanteknis.com

Kalau nambah domain lain, misalnya colliersadventure, tinggal tambah baris dibawahnya:

10.1.1.1 catatanteknis1  catatanteknis1.com


DNS
Untuk DNS, tergantung kita daftar domain dimana. Kita masukkan nama domain dan ipnya di sana,
-       Tambahkan zone catatanteknis.com
-       Di dalamnya tambahkan: Host (A), (same as parent), 10.1.1.1
-       Dan satu lagi tambahkan: Host (A), www , 10.1.1.1


DocumentRoot
DocumentRoot ini adalah lokasi penyimpanan dari file-file halaman-halaman website kita. Letaknya tergantung dari konfigurasi DocumentRoot yang kita seting di httpd.conf bagian VirtualHost tadi. Perlu diperhatikan ownership dari file-file tersebut, supaya tidak terjadi error.


Monday, January 11, 2016

Dell Inspiron 14-5447 Win 8.1 External Hardisk problem

Dell Inspiron 14-5447 Win 8.1  External Hardisk problem
Dell Inspiron 14-5447 Win 8.1  External Hardisk problem

Laptop jenis Dell Inspiron 14-5447 dengan sistem operasi Windows 8.1 terkadang mengalami masalah gak bisa detect external hardisk. Ketika Hardisk dicolok ke port USB, tidak ada respon apa-apa, di windows explorer pun gak muncul. Tapi kalau colok Flashdisk, bisa, di windows explorer muncul dan kita bisa melakukan transaksi copy paste file.

Saya penasaran, apakah ini masalah hardware atau software. Kalau hardware, apakah colokan USB laptop Dell Inspiron ini bermasalah atau gimana. Dan kalau software, apakah windows 8.1 di laptop ini gak bisa detect External Hardisk (USB 3)

Saya coba cek di Device Manager, di control panel. ternyata semua port USB, baik USB 2 maupun USB 3, ada drivernya, tidak ada tanda seru kuning atau pesan kesalahan apapun.

Hemm... jadi penasaran, kalau di Linux bisa gak External Hardisknya? Kemudian saya coba boot laptop dengan Knoppix 7.4 Live CD. Kalau Laptop ini menjalankan OS Knoppix, external hardisknya bisa dibaca tulis.

Berarti masalahnya ada di Windows 8.1-nya nih.

Saya sudah browsing sana-sini, tapi belum berhasil menemukan solusinya. Akhirnya saya coba buka Disk Management di Control panel. Ternyata disana eksternal hardisk tersebut bisa kedetect, namun gak diassign drive letternya. Oh ini toh masalahnya.

Akhirnya saya assign drive letter secara manual dan voila, external hardisknya kedetect dan bisa dibaca tulis.


Sunday, January 10, 2016

Google Translate satu kata ke banyak bahasa sekaligus

Google Translate satu kata banyak bahasa sekaligus
Google Translate satu kata banyak bahasa sekaligus


Ternyata ada trik yang memungkinkan kita melakukan penterjemahan suatu kata dengan google translate dan melihat hasil terjemahan di seluruh bahasa sekaligus, tidak satu-satu.

Caranya adalah:


  • Buka google docs
  • Buat satu file sheets baru. Sheets adalah program semacam Microsoft Excel
  • Kita butuh 3 kolom: 1 untuk kata yang akan diterjemahkan, 1 untuk hasil terjemahan, 1 untuk keterangan dari bahasa hasil terjemahan tersebut
  • Inti dari cara ini terletak pada kolom kedua. 
  • di kolom kedua, buat formula sbb:

 
                             =GoogleTranslate($A$2, "en", "af")


  • Nah, kode "af" nanti diganti dengan kode-kode dari bahasa-bahasa yang didukung oleh gooogle translate. Kode bahasanya bisa dilihat disini.
  • Copy formula diatas untuk setiap baris di kolom kedua, sampai semua bahasa yang ada di google translate ada formulanya.
  • Adapun kolom ketiga itu untuk keterangan nama-nama bahasa dari hasil translate di kolom kedua. 
Semoga bermanfaat ^_^